Akhir 2007 dunia gempar oleh seorang ibu rumah tangga berumur 60
tahun di Jepang yang mengantongi keuntungan 800 juta yen (60 Miliar
Rupiah kurs saat itu) lewat trading Forex. Hal ini baru terungkap saat
ia didenda dan dipenjara karena mangkir membayar pajak.
Kesuksesan Yukiko Ikebe tidak dicapai dalam waktu singkat. Dia memulai
trading Forex di tahun 2000 setelah sebelumnya berkecimpung dalam
commodity futures lewat broker selama beberapa tahun. Lewat analisis
teknikal yang dipelajarinya sendiri, dia berhasil mendapatkan keuntungan
yang sangat fantastis.
7 tahun bukan waktu yang singkat tetapi pasar Forex sangat sulit untuk
ditaklukkan. Ia ibarat medan pertempuran tanpa aturan, hanya ada kalah
dan menang. Tidak seperti pasar saham yang penuh dengan aturan, pasar
Forex dibiarkan bergerak bebas karena dianggap besarnya pangsa pasar ($4
Trilliun/hari) membuat pasar Forex tidak dapat digoreng oleh
beberapa orang yang berkolusi. Disiplin, analisa, dan sedikit
keberuntungan menjadi modal utama untuk memenangkan pertempuran
tersebut.
Saat ini diperkirakan sekitar 30 juta Kimono Trader yang melakukan
trading Forex sebagai sumber pendapatan sampingan. Akses mudah dan pasar
yang buka 24 jam dari dini hari Senin sampai dini hari Sabtu membuat
Forex bisa diakses siapa saja yang berminat kapan saja dimanapun tanpa
harus mengorbankan pekerjaan atau waktu mengurus keluarga.
Sebelum anda memutuskan untuk bergabung harap ingat baik-baik bahwa “7 dari 10 trader Forex adalah pecundang“.
Jika anda tertarik, mengutip jawaban seorang bangsawan kepada sang
tukang kebun yang mengeluhkan lamanya pohon yang ingin ditanamnya tumbuh
besar, “Tunggu apa lagi?“
Senin, 07 Oktober 2013
Forex dan Ibu Rumah Tangga
02.25






